Gereja Kemah Injil Indonesia Jemaat Siloam Nanga Merakai, Sintang Kalimantan Barat

Sabtu, 16 Maret 2013

NASKAH DRAMA NATAL AMKII 2013

GKII Siloam Nanga Merakai
Pemuda AMKII


SEORANG Pemuda, Togar (Apsalpin), yang sebelumnya aktif di pelayanan Gereja akhirnya terjatuh kedalam dosa. Kejatuhannya kedalam lumpur dosa, karena keadaan keluarganya yang berantakkan. Penyebabnya, sang Ayah seorang yang suka mabuk-mabukan.

Disaat hatinya sedang goyah, Togar (Apsalpin) berkenalan dengan seorang Janda Cantik dan Kaya raya. Perkenalannya ini malah membuat Togar (Apsalpin) lebih terjerumus lagi kedalam lumpur dosa. Alkohol, rokok dan Kehidupan Sex Bebas, dengan berprofesi sebagai seorang Gigolo, menjadi pilihan jalan hidup yang dilakoni Togar (Apsalpin).

Setelah sekian lama tak kelihatan, teman-teman dan sahabat Togar (Apsalpin) (Agus (Irsandi), Nando (Darno), Bongguk (Ari), Biner (Naka), Dona (Heni), Tiur (Devi) dan Betty) di pelayanan gerej,a menyadari ketidakhadiran Togar (Apsalpin) lagi ditengah-tengah mereka.


Dengan penuh rasa Kasih, mereka mencari tahu keberadaan Togar (Apsalpin), lewat keluarga dan teman-teman Togar (Apsalpin) lainnya. Usaha mereka mencari tahu keberadaan Togar (Apsalpin)  menemui titik terang.

Akhirnya mereka bisa menemui Togar (Apsalpin) yang sedang berada dirumah Tante Melan (Imelda G.). Mereka pun mencoba membujuk Togar (Apsalpin), namun usaha mereka sepertinya sia-sia. Namun, begitu Togar (Apsalpin) mendengar kalau Ibunya Sakit, Togar (Apsalpin) merasa, kalau cobaan dari Tuhan sangat Berat. Dengan niat yang tulus untuk bertobat, akhirnya, Togar (Apsalpin) pun berlutut di pangkuan ibunya dan memohon ampun. Selanjutnya, Togar (Apsalpin) pun kembali kejalan Tuhan.

Tante Melan (Imelda G.)ditinggalkan, Alkohol, Narkoba pun menjadi masa lalu. Bertobatnya Togar (Apsalpin), membuat hati Ayah nya pun kembali kejalan yang Benar. Pertobatan Ayah Togar (Apsalpin) dan Togar (Apsalpin) pun menjadi sebuah Berkat. Keluarga Togar (Apsalpin) dipulihkan sepenuhnya oleh Tuhan.

Peran dan Karakter :

1.    Togar (Apsalpin)                   : Tokoh Utama, ber Karakater Keras
2.    Betty (Susi)                            : Lemah lembut dan aktif di pelayanan gereja
3.    Penatua (Suterno)                : Penatua di Gereja
4.    Agus (Irsandi)                       : Ketua AMKII
5.    Nando (Darno)                      : Pintar Main Gitar
6.    Bongguk (Ari)                       : Cuek dan Lucu
7.    Biner (Naka)                         : Lucu dan seperti bingo-bingo
8.    Dona (Heni)                           : Lemah lembut dan suka pelayanan
9.    Tiur (Devi)                              : Tomboy, Cuek dan paling muda
10.  Papa (Andro)                         : Keras dan Pemabuk
11.  Mama (Yuliana)                     : Lemah lembut dan sangat takut akan Tuhan
12. Tante MELAN (Imel)             : Janda Cantik, Pengusaha Diskotik yang Kaya senang Anak2 muda dan senang pakai Narkoba


BABAK          I
ADEGAN        I
STAGE           O
(Suasana sebuah Ibadah di gereja, Sementara Persembahan)
(Selesai Lagu Persembahan, Betty, seorang petugas pengumpul Persembahan di baris tengah jalan pelan menuju kedepan)

TOGAR (APSALPIN) :
(bangkit berdiri dari kursinya, teriak keras sambil berjalan mendekat Betty) Hhhhhhoooiiiiiii…Wwwooooiiiii….
(Wajah Marah, menunjuk Betty) Kau..!!  Tunggu dulu..
(mendekat ke Betty) Mana uang kembalianku..??

BETTY :
(mendekat dan berhadap-hadapan dengan Togar (Apsalpin)) Uang kembalian apa Ito ?
(menatap tajam ke Togar (Apsalpin)) Inikan Persembahan

TOGAR (APSALPIN) :
(sambil mencoba merampas tempat pundi persembahan) Uangkulah…. tadi kumasukkan Rp 2000 Mana kembaliannya Rp 1000...?

BETTY :
Kembalian..?? Ito…. Inikan Persembahan (menatap tajam ke Togar (Apsalpin)), kok pake ngambil uang kembalian??

TOGAR (APSALPIN) :
Rugi kali aku ngasih Rp 2000, habis uangku (saling berebut pundi persembahan di depan Jemaat)

BETTY :
(menatap tajam ke Togar (Apsalpin)) Lucu kali Ito ini… ngasih persembahan buat Tuhan dibilang rugi..

TOGAR (APSALPIN) :
Ya iyalah…Rp 1000 kan cukup…Itukan sudah tradisi… Pacar, Baju dan Pendeta boleh ganti… Tapi satu yang tidak berubah… (menunjuk ke jemaat) Persembahan orang2x ini tetap Rp 1000…
(tertawa keras) Hhhhaaaaa… Hhhhaaaaa…
(seorang Penatua datang menghampiri>masuk dari Kanan stage)

PENATUA :
(mendekat ke Togar (Apsalpin) dan Betty) Tunggu, Sabar… Sabar… Janganlah kalian Ribut, inikan lagi ibadah…. Ada apa rupanya (menatap Betty dan Togar (Apsalpin) bergantian : 2x) (mengajak Togar (Apsalpin) duduk)... Ayo Togar (Apsalpin), duduklah dulu…. Betty.. (menatap Betty) bawalah persembahan itu…

BETTY :
Iya Amang… (berbalik dan pergi kedepan)

(dilanjutkan Doa penyerahan Persembahan, petugas berdiri di depan dan Ibadah Selesai  Amin)


ADEGAN II

(Pundi Persembahan diletakkan di tempatnya)

TOGAR (APSALPIN) :
(Bangkit dan berjalan menuju tempat diletakkannya pundi persembahan) (Teriak-teriak) Aku mau ambil uangku… tak ada lagi uangku… (meraba pundi) hhhhaaa…hhhaaaa… Lumayan, ini untuk beli rokok.. (mengangkat uang Rp 50.000 dan meninggalkan gereja>keluar pintu Kiri Stage)

(seorang wanita bernama Tiur (Devi) datang)

TIUR (DEVI) :
(mengejar Togar (Apsalpin)) Abang.. bang Togar (Apsalpin)…Tunggu bang..!! (berhenti dan merenung sedih) Kenapa yah si Abang Togar (Apsalpin) itu… Jadi tak beres kulihat pikirannya belakangan ini… Uang persembahan kok diambil…

(datang seorang sahabat menghampiri)

DONA (HENI) :
(duduk disamping Tiur (Devi)) Kiapa ngana Tiur (Devi)…rupa sedih sekali…Kiapa tadi ngana teriak-teriak panggil bang Togar (Apsalpin)…

TIUR (DEVI) :
(wajah sedih) Nggak Kak Don..Aku hanya bingung aja lihat sikap dan kelakuan bang Togar (Apsalpin) beberapa bulan belakangan ini…

NARASI :
Kehidupan Dunia Sudah Rusak sama sekali. Kehidupan Manusia Terpuruk. Nafsu Birahi Sang Bulan Meracuni setiap Kehidupan. Mereka tak lagi takut. Mereka tak lagi mengenal Surga. Manusia menganggap hidup di dunia lebih dari segala Tuhan. Berkat Nya selalu diminta. Tapi, Berkat hanya sebagai penyiram Dosa, yang tumbuh bak alang-alang di padang Sabana. Manusia sama sekali sudah rusak. Kesuksesan sebagai jalan pintas menuju Neraka.

Iblis melayani manusia dengan gemerlap duniawi. Manusia menganggap semua benar. Tuhan hanya sekedarnya. Tak perlu Firman, Tak ada lagi Iman. Terang menerangi Tempat yang Terang. Kegelapan tetap Gelap. Karena Nafsu sang Nur hanya buat sang Matahari.

Tapi Dia Tetap Mati di Kayu Salib. Dia Tetap Setia Dia Rela Mati buat kita.


BABAK          II 
ADEGAN        I
STAGE           II

Judul                          : ROMEO NATAL
Penulis Naskah         : Simon Siagian
Sutradara                   : Simon Siagian

Beberapa hari kemudian setelah kejadian itu, disebuah tempat, berkumpulah para pemuda-pemudi yang sangat aktif dalam kegiatan pelayanan kerohanian dan paduan suara di sebuah organisasi Pelayanan. Mereka adalah Mahasiswa-Mahasiswa yang  sedang menuntut ilmu.
Hampir dalam setiap pelayanan mereka selalu kompak, namun beberapa bulan belakangan ini, Togar (Apsalpin), salah satu anggota paduan suara yang aktif, sudah bertingkah lain dari biasanya, bahkan mulai jarang hadir di ibadah dan kegiatan pelayanan lainnya.

Dan suatu ketika ,beberapa dari teman Togar (Apsalpin) sedang membicarakannya…

(suasana : 5 orang dalam posisi bebas, Biar gak keliatan garing si Nando (Darno) + Agus (Irsandi) Nyanyi 1 lagu Batak “………………” dengan main gitar….jangan lupa nyanyi dan main gitarnya..!!)
DONA (HENI) :
(sambil baca majalah, majalah Kristen) (kaget) Ya Tuhan, Nando (Darno), Gus…!! Coba Ngana liat liat ini!!! Sini cepat..!!!

AGUS (IRSANDI) :
(tetap asyik maen gitar) Apaan sihh…???

DONA (HENI) :
Apa sihh…apa sih…!!! Makanya kemari ngoni 2 baca nih berita ini ”SEORANG PEMUDA TEWAS OVER DOSSIS DI KAMAR KOST” Aduh ngeri yah..?! Jd takut kita…

NANDO (DARNO) :
(menatap Dona (Heni)) Takut kiapa??? takut bentar lagi ngana jadi korban selanjutnya???
”SEORANG WANITA MUDA BERNAMA DONA (HENI) OD DI DALAM TOILET KAMPUS”…… hahahahahaahaaaa…. (tertawa puas)
DONA (HENI) :
(wajah kesal) Wah sialan ngana ini…!!! Lama lama kita mo kuti ngana pe mulut itu…!!! Nggak bisa diajak ngomong serius ngana ini…..

AGUS (IRSANDI) :
(tertawa) Hhhheee janganlah marah2x itonan, becandanya si Nando (Darno) itu…

BINER (NAKA) :
(menatap Dona (Heni)) jangan taru kira kwak…Takut kiapa so ngana??? Why???

DONA (HENI) :
Awas yah kalau becanda lagi…(mata membelalak)

(Agus (Irsandi), Nando (Darno), Biner (Naka) dan Bongguk (Ari) tetap main gitar, tidak memperdulikan lagi Dona (Heni))

DONA (HENI) :
Woiii…teringatnya, kemana yah bang Togar (Apsalpin)… kemana yah si Abang itu... Kangen juga ma dia. Udah lama nggak kelihatan di Gereja. (rada menghayal) Kangen ketawa ngakakya semuanya lah

BONGGUK (ARI) :
Iya yah….kemana tuh anak kita juga kangen Lama nggak ada kabar, ehh muncul kemarin di gereja malah bikin keributan.

NANDO (DARNO) :
Kenapa yah tu anak? Raib kemana lagi dia? Aku sms nggak di balas

AGUS (IRSANDI) :
Aku pernah kerumahnya, tapi tak pernah ada..

DONA (HENI) :
Heh…aku nelpon pun nggak diangkat apalagi ngana Nando (Darno), hanya nge sms .nggak akan pernah dibalas..

BONGGUK (ARI) :
Yang pentingkan kita udah berusaha… (tersenyum)

(tiba-tiba datanglah seorang teman mereka lagi>masuk dari kiri panggung)

TIUR (DEVI) :
(masuk sambil menyalam Nando (Darno) + Agus (Irsandi) + Dona (Heni)) Horas…horas….malam…lagi ngapain bang…bgmn kabar abang2xnya…?

NANDO (DARNO) + AGUS (IRSANDI):
Kabar baik adiknya…

NANDO (DARNO):
Makin cantik aja adiknya ini…darimananya kau adiknya..??

DONA (HENI) :
Nah..kebetulan nih si Tiur (Devi) udah datang…darimana aja dek..??
TIUR (DEVI) : Wwwuuiihhhh..Gombal nih si Abang…Baru dari Kampus Bang, kak… Biasalah, banyak tugas di Kampus…Mana yang lain kak..?

NANDO (DARNO) :
Nah..ini yang sementara kita bincangkan Tiur (Devi)…. tentang bang Togar (Apsalpin) itu, tak pernah lagi datang ke Gereja.
AGUS (IRSANDI) :
Lama nggak kelihatan, eehh…muncul di gereja hari Minggu kemarin, malah aneh, bikin rebut pula lagi dan sekarang hilang lagi..

TIUR (DEVI) :
Iya yah bang…kenapa yah tuh si Abang?? Sekarang kemana lagi yah dia? Berubah sekali..

DONA (HENI) :
Aku juga nggak tau… Kalau ke Gereja, sudah lama dia tidak melayani… Nggak tau kenapa? Apa dia ada Sakit hati yah dengan anggota atau pengurus AMKII yah..?

BINER (NAKA) :
Atau ada ribut dengan Panitia Natal..??

BONGGUK (ARI) :
Kalau ribut nggak mungkinlah…. bAgus (Irsandi)2x nya abang itu dengan AMKII dan Ketupat Natal…

BINER (NAKA) :
Apa lagi KETUPAT NATAL itu Bro…

BONGGUK (ARI) :
Bah…yang tak pernah makan Indominya Lae ini… KETUPAT Natal itu…. Ketua Panitia Natal….. itu si Lae Tambunan

DONA (HENI) :
Sudah…sudah…bgmn tadi tentang bang Togar (Apsalpin) itu…

TIUR (DEVI) :
Terakhir kita lihat hari Minggu kemarin itu kak…Dia ambil uang persembahan pula lagi…Si Betty sampe marah2x kemarin, Setelah itu tak kelihatan lagi..

BONGGUK (ARI) :
Aku punya ide…Bagaimana kalau kita kerumah si Togar (Apsalpin)? Kita tanya ke ortunya atau siapalah yang ada dirumahnya…Syukur2x ada dirumah….gimana ?

DONA (HENI) :
Hah…Bongguk (Ari).. Bongguk (Ari)..Ngana ndak tau apa? Bapaknya tuh pemabok tingkat Dewa..belum ketemu bang Togar (Apsalpin), botol2x udah nempel di jidad mu..!!!!Ogah ahh…males aku mo ngadepin Dewa Arak itu..

BINER (NAKA) :
Aah ngana..!!! Katanya kangen sama dia…. Cuma gara2x tembok sependek ini,  ngana ndak bisa lompat..

BONGGUK (ARI) :
Payahhh..!!!

DONA (HENI) :
Wooiii…….bukan masalah tembok sama loncat….tapi aku males ngadepin si Dewa Mabuk itu..
Ampuuuuunn DJ lah..! Nggak taulah kalau si Tiur (Devi)…Bagaimana Tiur (Devi)..??

TIUR (DEVI) :
Hah….kalau aku, yang mana yang baiknya aja kakaknya. Supaya abang itu aktif lagi di Gereja

BINER (NAKA) :
(berusaha meyakinkan) Nah…si Tiur (Devi) mau tuh…. ayolah Dona (Heni)!!! Plisss banget…. sama2x kita kerumahnya..
ntar kalau udah ada apa2 ama dia baru nyesel ngana.

DONA (HENI) :
(rada mikir) Ya udahlah…Yukk kita kerumahnya…tapi jangan sekarang….besok aja yahh... Sekarang mendingan kita balik, udah malem… yuukk!!!

NANDO (DARNO) :
(Sambil melangkah pulang ) Nahh…gitu donk.. itu barunya Sahabat setia….hehehe

ADEGAN        II
STAGE           I
(SEMENTARA ITU DI RUMAH TOGAR (APSALPIN))

PAPA (ANDRO) :
(pulang mabok sambil nyanyi) Kemana kemana… dimana…… Alani holong mi Ito, mar mahan bibi hita… sude habis terjual… termasuk salawar.. (tertawa keras) Hhhhhaaaaa…

(Istrinya datang mendekati suami)

PAPA (ANDRO) :
(ngagetin dan menatap dekat mata istrinya) Aharoa…!!!

MAMA (YULIANA) :
Ya ampun Pa….. Kenapa tiap hari harus pulang mabuk?????
(ngomongnya sabar banget,  tapi matanya udah berkaca-kaca gitu)

PAPA (ANDRO) :
Aharoa…Sip Babam…unang paribut tu ho disi.. Yang pentingkan happy… Gak usah banyak bicara… Bukan pake duit mu beli minuman ini… jadi gak usah banyak kali ceritamu yah..!!!
(tertawa keras) hhhhaaaaa…hhhaaaaa…

MAMA (YULIANA) :
Tapi…masa kamu nggak malu Pa…Nggak malu kau sama orang2x…Nggak malu kau sama anak mu… Papa (Andro) itu sudah tua, bukan saatnya lagi Papa (Andro) bertingkah laku seperti ini..!

PAPA (ANDRO) :
Eeiitsss…PERSETAN orang2x itu..!!! Ai sona jolma i…Bagudung Keju do i….

(ternyata Togar (Apsalpin) sudah melihat percekcokan antara ayah dan ibunya….hatinya sedih namun itu tidak dia perlihatkan….apalagi dia baru pake narkoba)

TOGAR (APSALPIN) :
(ngomongnya agak keras sambil tepuk tangan) hebat…hebat yah…. nggak dirumah… nggak dimana. RIBUuuuT terrrusss…. Lama-lama gila aku disini!!!!!!!!! (masuk kedalam kamar)

PAPA (ANDRO) :
Heehh…liat anak mu si bagudung itu…. Udah besar, tak ada sopannya, makin kurang ngajarr!!!! Ini semua salah mu…terlalu dimanjakan!!!!!!!!!!! (tiba2 dengan volume suara yang lebih kencang memanggil)


TOGAR (APSALPIN)RR..!! sini kamu..!! Togar (Apsalpin)rr!!! Jangan kurang ajar kau!!!! (Togar (Apsalpin) keluar tanpa terlihat rasa takut sedikitpun)

TOGAR (APSALPIN) :
apa?

PAPA (ANDRO) :
Waahhh…. bener2x nih anak….kelakuan seperti binatang….Pulang malem teruss!! Ngapain kau diluar sana?? JUAL DIRI KAU HAH!! Dasar Bodoh!!

TOGAR (APSALPIN) :
(menatap tajam ayahnya) APA??? Saya Binatang, Saya Gigolo?? (berkaca-kaca)lalu…Papa (Andro) apa?? Papa (Andro) yang baik?? Iya…!!! Papa (Andro) adalah orang tua yang sangat sempurna dalam hidup saya…

(Karena merasa tak dihargai + mabok…Papa (Andro)nya nampar si Togar (Apsalpin)..Plakkk)

TOGAR (APSALPIN) :
(memberikan pipi kirinya) PUAS?? Masih kurang? nih satu lagi…

PAPA (ANDRO):
DASAR kurang ajar kamu..!! (sambil mau nampar lagi, tapi dihalangi oleh Mama (Yuliana))

MAMA (YULIANA) :
(menangis) Cukup…!! Cukup Pa…!!! (Memandang anaknya)

MAMA (YULIANA) :
(memegang bahu anaknya) Pergilah dulu kau yah amang Biar Mama (Yuliana) bicara dulu sama bapak mu..

TOGAR (APSALPIN) :
(melihat  bapaknya) Tak akan pernah aku pulang ke neraka ini lagi Ma…!!!

PAPA (ANDRO):
BAgus (Irsandi)…Keluar kau dari rumah ini..!!

TOGAR (APSALPIN) :
Iya…aku keluar dari rumah ini….!!!!!!! (sambil keluar)

MAMA (YULIANA) :
Sudah Pa…tolong jangan begini.. (menangis)

PAPA (ANDRO) :
DIAM KAU!!! Sudah muak aku di rumah ini, BOSAN Aku!!! (Sambil PERGI>keluar panggung Kiri)

MAMA (YULIANA) :
TUHAN…Lindungilah suami dan anakku (sambil masuk kamar>kearah panggung Kanan)


BABAK          III
ADEGAN        I
STAGE           II
(RUMAH TANTE MELAN)

Sementara itu, karena Togar (Apsalpin) sudah memutuskan keluar dari rumah, Ia pun kembali datang kerumah Tante MELAN, orang dan tempat yang membuat dia terjerembap ke dalam dunia kegelapan, disinilah tempat dia memulai semuanya, mulai dari mencoba rokok, alkohol, narkoba, sampai pergaulan Sex Bebas.
Suasana (musik yang keras….biar bisa ngebedain tempat)
TOGAR (APSALPIN) :
(MUKANYA udah cape banget)
Melannn!!! Sayang!!! (ngga dijawab….karena lg pake headshet)
MELANNNN!!!! (mau nangis gitu, ceritanya mau curhat)

Tante MELAN :
Woiii!! Ada apa Sayang? kenapa Honey Bunny Sweety?? (memeluk tangan Togar (Apsalpin) dan membawa duduk) Tunggu….tunggu… aku ambilin minum dulu (sambil kebelakang)…kenapa sih Sayang??
Kok Kusut amat tu wajah…Hilang tuh kegantengan Pangeranku…

TOGAR (APSALPIN) :
Kita so muak dengan kekacauan di rumah… Kita tadi di tampar sama Bokap… dikatain Binatang, dibilang Gigolo… kayak dia ortu yang bener aja!!

Tante MELAN :
(tertawa genit) HAHAHAHAA, emank ngana itu sekarang apa? Bukannya Gigolo ku. Hhhhheee. ngga deh… becanda!! Udahlah… jangan di ambil pusing….jangan terlalu dipikirin. nikmati aja hidup ini!

Minum dulu nih..!!

enakan?

Mending kita fly aja sekarang, daripada harus mikirin ngana pe keluarga yang nggak pernah mikirin ngana sama sekali…(sambil bermanja-manja)

TOGAR (APSALPIN) :
Emank Benar..kita pusing kalau mikirin dorang!!! Hhaaahaa…(tertawa keras)Btw, Tante punya barang baru yah? bagi donk??

Tante MELAN :
Adalah, untuk Pangeranku yang satu ini, apa sih yang nggak disediain…

TOGAR (APSALPIN) :
Hhhheee…Iya Tante Sayang...tapi…mana nih barangnya?

Tante MELAN :
Ada di kamar…Jangan make disini aahh….di kamar yuuu..!!

TOGAR (APSALPIN)  :
Ya udah ayukkk…!!
Dunia inikan milik kita berdua, mereka semua ini Cuma ngontrak. (tertawa keras) hhhhhhaaaaa.

Dikamar mereka memakai obat-obatan terlarang itu….hari demi hari dilalui dengan aktivitas seperti itu….Narkoba, Obat-obatan, Alkohol dan Sex bebas…
Sampai akhirnya TOGAR (APSALPIN) menjadi pecandu kelas tinggi…badannya habiss…semuanya terlihat memprihatinkan...


ADEGAN        II
STAGE           I
Ditempat lain, teman-teman gereja TOGAR (APSALPIN) mendatangi rumahnya…
(DI RUMAH TOGAR (APSALPIN))

NANDO (DARNO)  + AGUS (IRSANDI) :
Togar (Apsalpin)…Togar (Apsalpin)…
TIUR (DEVI) + DONA (HENI) :
Bang Togar (Apsalpin)…Bang Togar (Apsalpin)..

MAMA (YULIANA) :
(terkejut) Ya ampun…. Agus (Irsandi), Nando (Darno), Biner (Naka), Bongguk (Ari), Dona (Heni), Tiur (Devi)?? Ayo masuk!! ada apa? Tumben sekali datang kesini… Kaget kalian bikin Namboru…

NANDO (DARNO) :
Nggak Namboru… kita kesini cuman mau ketemu TOGAR (APSALPIN)…

BONGGUK (ARI):
Udah lama dia nggak datang ke IMKB Namboru…

AGUS (IRSANDI) :
Iya Namboru…Kemana ajanya Lae itu selama ini?

MAMA (YULIANA) :
(wajah sedih) Itu lah yang Namboru cemaskan….sudah beberapa hari ini juga dia nggak pulang…

Karena…Jujur saja…kemaren dia bertengkar dengan Amangboru kalian…Habis itu, dia keluar rumah, nggak pulang2x lagi sampe sekarang…

DONA (HENI) :
tapi Namboru, udah coba dicari belum ?

MAMA (YULIANA) :
Namboru baru sebatas nanya temen2x kuliahnya….belum sempat Namboru cari langsung. Namboru sakit kemarin

BONGGUK (ARI) :
Bah…!! yang Namboru tau,  kira-kira dimana si Togar (Apsalpin)?

MAMA (YULIANA) :
kemarin kata teman2xnya, dia biasa dirumah si Cina Janda Pengusaha kaya itu, yang punya diskotik di Mantoz sana…namanya Melan kalau Namboru nggak salah…tapi Namboru nggak tau rumahnya dimana…

AGUS (IRSANDI) :
Ooo, kalau itu saya tau Namboru…Rumahnya si tante Melan itu di Citraland sana.

TIUR (DEVI) :
Kalau gitu, sekarang kami kesana aja Namboru…siapa tau aja bang Togar (Apsalpin) disana. Sekalian kami mau ngobrol2 ma bang Togar (Apsalpin).

MAMA (YULIANA) :
Wah…terimakasih yah….tolong salamkan ke Togar (Apsalpin), kalau Namboru sangat mencemaskanya. Namboru ingin dia pulang….Tolong sekali yah!!

BINER (NAKA) :
Kami akan coba Namboru, karena kami juga merindukan dia ada ditengah2x kami Natal nanti.

DONA (HENI) :
Kami akan berusaha Namboru, doakan saja yang terbaik..

MAMA (YULIANA) :
Terimakasih sekali lagi, TUHAN memberkati kalian

NANDO (DARNO) :
sama2x Namboru, kalau begitu kami pamit dulu Namboru..

(AGUS (IRSANDI) + NANDO (DARNO)  + BONGGUK (ARI) + BINER (NAKA) + DONA (HENI) + TIUR (DEVI) cium tangan ibunya TOGAR (APSALPIN) dan berlalu>keluar kiri panggung )


BABAK          IV
ADEGAN        I
STAGE           II
(RUMAH TANTE MELAN)

Sementara itu, Togar (Apsalpin) terus terhanyut dengan kenikmatan dunia. Hidupnya semakin berlumuran dengan lumpur dosa. Nafsu birahi sang bulan menguasai hidupnya.
Dan perjuangan Sahabat2x Togar (Apsalpin) untuk mencari lokasi tempat tinggal Tante Melan akhirnya berbuah manis. Setelah mencari-cari rumah Tante MELAN selama 4 jam, akhirnya mereka menemukan rumah Tante MELAN…

NANDO (DARNO) + DONA (HENI) :
Siang…Permisi…Tante MELAN…Tante MELAN …!!!

Tante MELAN :
Iya bentar….Siapa yah?? Mau cari siapa yahh??

AGUS (IRSANDI) :
Maaf..Ini bener rumah Tante MELAN temennya TOGAR (APSALPIN)?? Kita mau ketemu TOGAR (APSALPIN), penting banget!! dia ada disini??

Tante MELAN :
Oooo, TOGAR (APSALPIN)?? bentar aku panggilin
Eh, ntar dulu..emang kalian siapanya?

TIUR (DEVI) :
Kita temen Pelayanannya di AMKII

Tante MELAN :
Apa itu AMKII?

NANDO (DARNO) :
Ooo.. AMKII itu, Angkatan Muda Kemah Injil Indonesia Tante… Kita kita ini teman sepelayanan Togar (Apsalpin) di AMKII dan diGereja…

Tante MELAN
(Terkejut) Oooohhh, temen Pelayanan AMKII, gereja!!!! Mau ngajak dia ke gereja yah?? Kita kasih ngoni jempol kalau dia mau nginjek gereja lagi… hahahhaha (tertawa ngejek )
Karena dia tuh udah ancurrrr banget…tapi kalian coba dulu aja dech….. ntar yahhh!!

TOGAR (APSALPIN)… TOGAR (APSALPIN)…!!! Ada Malaikat nyari pa ngana,,

TOGAR (APSALPIN) :
Siapa...? Oooh, ngoni… ngapain ngoni kemari? (sinis)


BONGGUK (ARI) :
(Salam + meluk) Kita semua kangen pa ngana, bgmn ngana pe kabar Bro??? kemana aja sih Bro?

BINER (NAKA) :
Iya Lae, So ndak pernah hadir di pelayanan AMKII. Anak anak pada nyariin…!!

TOGAR (APSALPIN) :
Nggak usah sok care ma aku….aku nggak butuh hal-hal menjijikan kaya gini!!! ngerti kalian??

DONA (HENI) :
(kaget) Loh…Kok abang ngomong begitu?

TIUR (DEVI) :
(wajah sedih) Kenapa sih abang sekarang jadi kasar begitu? Abang berubah sekali…

DONA (HENI) :
Kami tau, abang lagi banyak problem, tp abang harus nyerahin ini sama TUHAN….Ayooo.. abang harus bangkitt!! bukan buat siapa2x…tapi buat TUHAN…

TOGAR (APSALPIN) :
APA?? TUHAN KAU BILANG?? TUHAN ????? HAHAAA (tertawa keras)

Bisa ancur kepala ku dengar kata TUHAN.
Dimana Dia saat aku butuh? dimana HHAA?? Nggak ada…
Yang ada Dia udah buat hidup aku kaya gini….hidup tanpa arti Bro… 
TUHAN nggak pernah Bantu aku…jadi buat apa aku balik sama Tuhan…
Nggak akan pernah ada harapan…

BINER (NAKA) :
Bah…udah gawat kau Lae…Kenapa kau ini Lae…

TIUR (DEVI) :
Iya bang, kami sedih abang ngomong begitu, ini seperti bukan abang TOGAR (APSALPIN) yang aku kenal selama ini!! Berserah bang…berserah sama TUHAN…

TOGAR (APSALPIN) :
HEH…dimana kalian semua saat aku butuh bantuan kalian??? dimana IMKB saat aku butuh?? Kalian hanya sibuk melayani orang2x yang Baik-baik…
Kalian hanya bawa Cahaya ke tempat orang yang sudah Terang…
Orang sudah Terang, kalian bawa lagi cahaya lagi, kan Jadi Silau orang itu….
Kemarin2x aku butuh terang itu, karena saya berada dalam kegelapan…tapi kalian hanya sibuk dengan orang2x yang sudah terang… Anjing semua…!!
Seharusnya, kalian bawa Terang itu di tempat Gelap…Supaya kegelapan itu bisa jadi terang
Jadi..plis jangan buang2x waktu buat ngebujuk aku biar balik lg sama TUHAN…ngerti kalian???

NANDO (DARNO) :
Lae…emang kita nggak bisa Bantu Lae saat Lae butuh bantuan….tapi itu karena Lae nggak pernah cerita sama kita, kita udah berusaha menghubungi  lae, tapi nggak pernah ada kabar.

BONGGUK (ARI) :
Kita kan bukan TUHAN Lae…
yang selalu ada buat umatnya saat dalam penderitaan…
Tapi… TUHAN Juga nggak akan pernah ngasih sesuatu kalau Laenya sendiri nggak minta.

AGUS (IRSANDI) :
Lae….Namboru sakit… kangen dia sama Lae… Namboru mau Lae pulang...

TOGAR (APSALPIN) :
HAH..Pulang…!!! Bisa Gila aku dirumah itu..

BINER (NAKA) :
Yah udahlah kalau Lae nggak mau pulang… Kami pulang dulu yah Lae…Ingat Lae, Namboru lagi sakit…

BONGGUK (ARI) :
Kami Pulang dululah Lae…TUHAN MEMBERKATI Lae..

DONA (HENI) + TIUR (DEVI) :
Kami pulang yah bang!!! (pulang>keluar arah panggung kiri)

Sepeninggal teman-temannya, TOGAR (APSALPIN) sejenak pun merenung. dia kaget ibunya sakit. dia tidak tau apa yang harus dia lakukan…

TOGAR (APSALPIN) :
(menangis dan berlutut) TUHAN….!!!!
Apa belum cukup Engkau berikan masalah sama aku ???
Apa belum cukup TUHAN…?? Sekarang apalagi?
Kau belum puas melihat aku sengsara..??
Ayah Pemabuk….keluarga Hancur….badanku juga udah Kotor karena ini semua..?? (nunjukin alkohol, rokok, Narkoba). (terus menangis) Ampuuuunnnnnn TUHAN….!!!
AMPUNLAH TUHAN….!!!!! Sembuhkan Mama (Yuliana) TUHAN…..Sembuhkan Mama (Yuliana) Tuhan…

Karena merasa berdosa dengan apa yang telah ia lakukan, TOGAR (APSALPIN) berniat untuk pulang ke rumah, meminta ampun kepada Mama (Yuliana)nya, dan dia pun berniat akan menceritakan apa yang telah terjadi kepada Mama (Yuliana)nya.
Menceritakan bahwa dia adalah pecandu Narkoba,  yang sepertinya mustahil untuk berhenti.
Menceritakan bahwa dia sudah terjerumus kedalam pergaulan Sex Bebas.
Hanya niat yang besar untuk mengubah itu semua…
Dan niat itu sudah terpikir oleh TOGAR (APSALPIN) dengan satu Ikrar di kayu Salib ”Saya mau berubah TUHAN”


ADEGAN        II
STAGE           I
(RUMAH TOGAR (APSALPIN))

Setibanya dirumah, dia melihat Ibunya sedang membaca ALKITAB sambil meneteskan air mata…
Karena ingin tau apa yang sedang dibaca Ibunya, dia memperhatikan ibunya. Air matanya terus mengalir.

Ibunya masuk kedalam kamar, dan TOGAR (APSALPIN) berjalan perlahan menghampiri tempat ibunya membaca ALKITAB….Walaupun dia tidak mengerti namun air mata terus keluar.

Ternyata ibunya sudah memperhatikan TOGAR (APSALPIN) dari tadi….dia memegang pundak anaknya itu.

MAMA (YULIANA) :
(memeluk sambil menangis) Mama (Yuliana), merindukan kamu nak…

TOGAR (APSALPIN) :
(KAGET) Mama (Yuliana)….!! Maafin aku Ma… aku banyak salah sama Mama (Yuliana)… Ampunnni aku Ma…
(menangis) Maaaaaa…!!!!
MAMA (YULIANA)  :
(tanpa banyak bicara, ibu mencium kening anaknya)
Mama (Yuliana) selalu memaafkan mu Nak…

TOGAR (APSALPIN) :
(Mencium tangan ibunya) Makasih Ma…

(mengangkat kepala dan menatap Mama (Yuliana)nya)

Mama (Yuliana)… tadi aku baca ayat ini…
(menunjuk ayat di alkitab) maksudnya apa Ma??

MAMA (YULIANA) :
(membaca ayatnya ) “HENDAKLAH ENGKAU SETIA SAMPAI MATI”
Maksudnya…Kita…sebagai umat ciptaanNya, harus selalu Setia padaNya, dalam keadaan Senang ataupun Sedih.
Kita harus Yakin, bahwa segala sesuatu yang terjadi, adalah karena kesetiaan kita pada TUHAN sampai kita mati…

TOGAR (APSALPIN) :
Aku mengerti Ma, aku akan selalu senantiasa setia pada TUHAN karena ia selalu menolong aku dalam keadaan apapun….
terlebih (memeluk Mama (Yuliana)nya) TUHAN telah mengirimkan Mama (Yuliana) yang Terbaik buat aku…
Terimakasih TUHAN.

(Nando (Darno), Agus (Irsandi), Bongguk (Ari), Biner (Naka), Dona (Heni) dan Tiur (Devi) yang sejak tadi sudah mendengar pembicaraan Ibu dan Anak itu, akhirnya bergabung dan memeluk Mama (Yuliana) dan Togar (Apsalpin))

(Papa (Andro)nya yang sedari tadi mendengar percakapan mereka dari samping rumah pun akhirnya masuk kedalam rumah dengan berlinangan airmata)

PAPA (ANDRO) :
(Menangis) Mama (Yuliana), Togar (Apsalpin)….Maafkan Papa (Andro) yah…
Papa (Andro) sudah sangat lama menyiksa kalian…
Papa (Andro) sudah sangat berdosa…
(Togar (Apsalpin) dan Ibunya pun memeluk Papa (Andro)nya)

Percakapan itupun terus berlangsung hingga akhirnya TOGAR (APSALPIN) menceritakan kepada Ayah dan Ibunya bahwa dirinya pecandu narkoba dan sudah terjerumus kedalam kehidupan pergaulan sex bebas….

Raut wajahnya sedih, namun itu semua hilang karena terpancar dari wajah anaknya bahwa dia akan berusaha merubah semua itu… Ayah Togar (Apsalpin) pun Bertobat dan Togar (Apsalpin) kembali melayani Tuhan di Gereja dan Pelayanan AMKII.

Keluarga Togar (Apsalpin) dipulihkan sepenuhnya oleh Tuhan….
Walau terlihat sulit, namun tidak ada yang mustahil bagi ALLAH…
Cinta kita terhadap Tuhan hendaknya jadi seperti Romeo dan Juliet…Romeo begitu Setia terhadap Juliet. Sehingga saat Juliet mati, Romeo pun ikut mati bersama Juliet.
Tuhan mau mati buat kita…Tuhan tak akan pernah meninggalkan kita, Terlebih jika kita mau berusaha dan SETIA SAMPAI MATI KEPADANYA.

AMIEN. SELESAI.
(Semua pemain keluar, berdiri sambil bergandengan tangan dan menyanyikan Lagu :
“Bagi Tuhan, tak ada yang Mustahil”)

0 komentar:

Poskan Komentar

Maafkan diri sendiri. Jangan menyesali kesalahan. Maaf itu mengobati hati dan mendamaikan diri.

Terima kasih komentarnya

Loading...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Laundry Detergent Coupons